Menikmati Kopi Satu Meja Dengan Wanita yang Bukan Istri Hukumnya Haram!

Momen mesra yang kerap dijadikan ajang kopi darat atau berkencan dianggap sebagai perbuatan haram. Fatwa haram disampaikan pribadi oleh Bupati Bireuen Saifannur.

Sekaligus mengeluarkan standarisasi warung kopi, kafe dan restoran yang sesuai dengan syariat islam. Salah satu poinnya, pria dan perempuan haram makan dan minum satu meja. Terkecuali, bersama muhrim.

 

“Poin ke-13 itu haramnya pria dan perempuan makan dan minum satu meja, kecuali dengan mahramnya. Kalau sama mahramnya kan tidak masalah, tapi jikalau bukan mahram itu haram, alasannya ialah di dalam aturan syariat itu haram hukumnya,” kata Kadis Syariat Islam Kabupaten Bireuen Jufliwan dikutip dari Detik.

 

Aturan standardisasi warung kopi ini diteken Bupati Bireun Saifannur pada 30 Agustus. Dari sekian poin yang diatur, poin nomor 9 dan 13 sangat menarik perhatian. Pelarangan melayani pelanggan perempuan di atas pukul 21.00 WIB kecuali dengan muhrim. Sedangkan poin-poin lain menyebutkan perihal cara berbusana pramusaji. Selain itu warung kopi dihentikan memperkerjakan LGBT, waria, dan lainnya. Salah tujuan standarisasi ini selain memperkuat syariat islam, juga mencegah terjadinya perselingkuhan.

 

“Itu untuk mencegah terjadinya ibarat perselingkuhan. Tujuan kita mencegah supaya tidak terjadi pelanggaran syariat tidak lain,” terang Jufliwan

 

“Jadi itu kan standar warung kopi, itu standarnya. Sedangkan perempuan mau minum kopi silakan, tapi dengan mahramnya. Itu kan aturan syariat,” tambah Jufliwan.

 

Namun belum ada hukuman yang berlaku hingga gosip ini diturunkan. Sosialisasi dilakukan Pemkab Bireuen untuk mengimbau dan mendakwah supaya masyarakat patuh dan menaati nilai-nilai syariat Islam.

 

“Kita terus mendakwah, belum ada sanksinya. Kalau terjadi pelanggaran syariat nanti ada Satpol PP dan WH,” ujarnya.