Investasi Online yang Memiliki Manfaat Sosial

Berinvestasi pada dasarnya dilakukan untuk melindungi perekonomian pribadi agar terhindar dari beragam kemungkinan yang disebabkan inflasi. Investasi bisa dilakukan melalui berbagai bentuk, mulai dari bentuk konvensional seperti beli tanah, properti, atau beli emas, hingga bentuk-bentuk digital yang saat ini mulai banyak bermunculan, salah satunya investasi melalui fintech P2P lending. Berbagai bentuk investasi konvensional pun mulai berinovasi dengan penggunaan teknologi, seperti reksadana, tanam saham, dan deposito yang kini telah mengembangkan sistem online dalam hal pengoperasiannya.

 

Investasi tidak hanya bisa memberikan manfaat pada diri sendiri, tetapi juga bisa memberikan manfaat yang dirasakan oleh lingkungan di sekitar Anda. Investasi UMKM adalah salah satu bentuk investasi yang bisa memberikan manfaat sosial ekonomi, yang dilakukan melalui platform P2P lending secara online.

 

P2P lending adalah proses pinjam meminjam yang berlangsung melalui perantara sebuah aplikasi investasi online. Di sini, Anda bisa berinvestasi dengan mengalokasikan sejumlah dana untuk Anda pinjamkan kepada UMKM atau lembaga usaha kecil yang ingin mengembangkan dan meningkatkan produktivitas bisnis mereka. Investasi melalui P2P lending ini ada untuk mengcover kebutuhan pinjaman masyarakat yang tidak bisa mengakses pinjaman ke bank (unbankable), sehingga keberadaannya didukung oleh pemerintah. Hingga saat ini, satu platform investasi UKM setidaknya telah menyalurkan dana sebesar Rp 1,2 triliun kepada sekitar 320.000 penyelenggara UKM.

 

Tidak semua masyarakat mendapatkan akses untuk memperoleh pinjaman dari bank konvensional. Faktor penyebabnya adalah kesulitan akses, atau ketiadaan dokumen-dokumen yang wajib ada untuk mengajukan pinjaman dari bank. Selain itu proses pinjaman melalui bank berlangsung sangat lama hingga dana bisa cair. Berangkat dari permasalahan tersebut, dikembangkanlah fintech berbasis investasi P2P lending, dimana para pemilik modal yang berlaku sebagai investor bisa bertemu dengan para peminjam modal secara online yang notabene prosesnya lebih mudah dan pencairan dana pun berlangsung lebih singkat.

 

Investasi melalui P2P lending ini memiliki keuntungan hingga 30% per tahun dari suku bunga yang diterapkan kepada peminjam dana. Peminjam dana akan mengembalikan uang investasi Anda dengan cara mengangsur per bulan, per tiga minggu, atau per dua minggu, tergantung kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

 

Anda bisa juga memperbesar keuntungan dari investasi P2P lending dengan melakukan diversifikasi, yakni menyebar modal investasi Anda kepada ragam peminjam modal. Artinya, Anda memberikan pinjaman kepada lebih dari satu peminjam, yang bisa Anda sesuaikan tingkat resikonya. Anda bisa memberikan satu pinjaman kepada peminjam dengan resiko rendah, kemudian di pinjaman yang lain dengan resiko tinggi, dan berbagai cara diversifikasi lainnya. Selain untuk memperbesar keuntungan, hal ini dilakukan untuk menghindarkan Anda dari kerugian akibat resiko peminjam terlambat bayar yang mungkin saja terjadi.

 

Investasi P2P lending ini sudah banyak yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sehingga Anda tidak perlu ragu untuk mendaftar. Prosesnya pun sangat mudah, hanya tinggal mengisi data diri melalui aplikasi P2P lending pilihan Anda. Beberapa aplikasi P2P lending telah mengaktifkan fitur auto debit untuk investor yang sibuk, sehingga saldo tabungan Anda otomatis terdebit untuk investasi sebesar jumlah yang Anda tentukan pada waktu yang Anda tentukan juga. Selain itu, sebelum memberikan pinjaman, Anda bisa menghitung perkiraan keuntungan yang didapatkan dengan metode Machine Learning. Metode ini membandingkan jumlah investasi Anda dengan resiko pinjaman, sehingga diperoleh besaran untung berdasarkan range bunga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *