Beberapa Penyebab Diare dan Cara Mengatasinya

Diare merupakan sebuah kondisi di mana penderitanya mengalami buang air besar lebih sering dari biasanya dan feses yang dikeluarkan pun lebih encer. Meski diare ini bisa berlangsung secara singkat, tapi ketika Anda mengalaminya sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jangan lupa juga gunakan asuransi kesehatan keluarga premi murah dari My Protection supaya biaya pengobatan ditanggung pihak asuransi.

Nah, agar Anda terhindar dari risiko diare, yuk kenali beberapa faktor pemicunya, yakni:

1.Intoleransi makanan.

Salah satu penyebab diare yang cukup banyak dialami adalah karena intoleransi terhadap makanan tertentu. Melansir dari hellosehat.com, intoleransi makanan sendiri merupakan kondisi ketika tubuh tidak mampu mencerna zat dan nutrisi yang tersimpan di dalam makanan. Intoleransi makanan yang umum terjadi adalah gluten (protein alami gandum dan olahannya) sekaligus laktosa (gula alami yang ada pada produk susu). Selain diare, gejala yang ditimbulkan pun bisa berupa mual, perut kembung, perut kram, dan lain sebagainya.

2.Infeksi bakteri.

Bakteri seperti Escherichia coli (E.coli), Salmonella, Shigella bisa menjadi pemicu seseorang diserang diare. Biasanya, bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan maupun minuman yang tidak higienis serta mengonsumsi makanan yang tingkat kematangannya kurang. Misalnya, daging, ikan, sayuran, dan sebagainya. Anak kecil biasanya lebih rentan terinfeksi bakteri penyebab diare karena memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah dibanding orang dewasa.

3.Infeksi virus.

Selain bakteri, munculnya diare juga bisa disebabkan karena tubuh diserang oleh virus seperti Norovirus dan Rotavirus. Sama halnya dengan infeksi bakteri, infeksi yang disebabkan oleh virus ini juga lewat makanan dan minuman yang tidak higienis. Selain itu, kontak langsung dengan penderita diare juga dapat mengakibatkan tubuh rentan terserang diare. Hanya saja, pada orang dewasa, infeksi virus ini tidak selalu menyebabkan diare dan di beberapa kasus malah tidak memunculkan gejala sedikitpun. Namun, jika menyerang anak-anak, maka diarenya bisa sangat parah dan berlangsung sampai 8 hari.

4.Penggunaan obat tertentu.

Penggunaan obat tertentu, seperti antibiotik, misalnya bisa mengakibatkan seseorang mengalami diare. Meski antibiotik ini berfungsi sebagai pembunuh bakteri jahat yang ada di tubuh, akan tetapi terkadang malah antibiotik tersebut membunuh bakteri baik yang hidup di dalam tubuh. Tak hanya antibiotik, obat antasida, obat kanker, obat tekanan darah juga dapat menjadi pemicu munculnya diare.

Itulah dia beberapa faktor penyebab yang dapat memicu seseorang mengalami diare. Lantas, bagaimanakah cara mengatasi penyakit diare ini? Simak langsung, yuk!

  • Mengonsumsi makanan sehat rendah serat seperti pisang, saus apel, kentang, dan sebagainya.
  • Menghindari makanan pemicu diare seperti sayuran berdaun hijau, minuman panas, paprika, dan lainnya.
  • Memperbanyak konsumsi cairan agar tidak mengalami dehidrasi.
  • Makan dalam porsi yang lebih kecil.
  • Meminum teh chamomile.

Semoga artikel di atas bermanfaat, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *