4 Tanda Kamu Butuh Asuransi Jiwa

Ada yang bilang asuransi jiwa tak akan berguna untuk seseorang yang baru saja memasuki dunia kerja; terutama kamu yang masih single dan tidak punya tanggungan apa-apa (orang tua atau adik-kakak). Padahal, punya asuransi jiwa sejak dini itu menguntungkan secara finansial buat kamu. Kalau kamu masuk ke dalam satu atau lebih kriteria di bawah ini, berarti kamu sebetulnya perlu asuransi jiwa.

  • Punya rencana untuk menikah.

Menikah adalah satu fase kehidupan yang akan ditemui oleh sebagian besar pekerja kantoran. Biarpun plan menikah kamu masih 4-5 tahun lagi, punya asuransi jiwa sejak sekarang bisa kamu pertimbangkan masak-masak. Sebab, menikah berarti menjalankan hidup dengan orang lain—pasangan, keturunan, atau bahkan mertua. Jadi, membangun rumah tangga sama dengan menambah tanggung jawab finansial dalam hidupmu. Untuk itu, memiliki perlindungan jiwa yang kelak akan bermanfaat bagi keluarga kamu perlu kamu siapkan.

  • Punya utang jangka panjang.

Kalau kamu berasal dari keluarga berkecukupan, kamu mungkin tak perlu lagi membiayai kehidupan orang tua pascapensiun serta saudara-saudaramu. Sebagai gantinya, kamu membelanjakan penghasilan bulanan kamu ke aset seperti mobil atau rumah dengan cara cicilan. Nah, sistem kredit untuk pekerja muda biasanya berjangka waktu di atas 10 tahun. Tentu ini bukan waktu yang sebentar. Maka dari itu, ahli keuangan menyarankan orang seperti kamu untuk membeli asuransi jiwa yang akan melindungi utangmu. Sehingga, misalkan risiko seperti kehilangan penghasilan karena kecelakaan maupun kematian terjadi, utang kamu akan terlunaskan dengan sendirinya.

  • Pekerja mandiri.

Kalau kamu baru saja meninggalkan kantor pertamamu untuk membuka bisnis, maka kamu menjadi salah satu kelompok orang yang membutuhkan asuransi jiwa. Sebab, pertanggungan ini bukan hanya akan melindungi kamu sebagai seorang pemilik usaha sekaligus atasan, melainkan juga untuk karyawan-karyawan kamu ketika kamu tidak ada. Menurut laman Business Insider, polis asuransi jiwa tertentu bahkan bisa dijadikan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman modal dari lembaga keuangan. Pun ketika risiko kematian terjadi, uang pertanggungan dari polis tersebut dapat dipakai untuk melunasi sisa utang ke lembaga keuangan tersebut.

  • Punya pekerjaan yang berisiko tinggi.

Kadang kala, penghasilan yang besar diikuti dengan risiko yang besar pula. Tak heran jika pekerja-pekerja di industri penerbangan, konstruksi, pemadam kebakaran, pertambangan, minyak dan gas, dan lainnya punya tawaran gaji yang terhitung cukup tinggi. Sebab, orang-orang ini punya risiko meninggal dunia yang lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang bekerja di dalam ruangan saja. Nah, kalau kamu merupakan pekerja dari industri tersebut, ataupun posisi lain yang punya risiko tinggi, berarti kamu juga membutuhkan asuransi jiwa.

Itu dia 4 tanda kamu sebetulnya butuh asuransi jiwa. Apakah kamu memiliki atau merencakan salah satu dari keempat poin di atas? Jika ya, yuk segera lindungi diri kamu dengan pertanggungan jiwa. Semoga bermanfaat, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *